EL NINO 2025 SIAP TERJANG, PBB BERI PERINGATAN KERAS - Berita Dunia
← Kembali

EL NINO 2025 SIAP TERJANG, PBB BERI PERINGATAN KERAS

Foto Berita

Jakarta - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan dini soal fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menegaskan bahwa dunia harus bersiap menghadapi dampak yang lebih parah, termasuk kekeringan, gelombang panas, dan badai dahsyat.

Dalam pernyataan resminya, WMO menyebut ada kemungkinan sebesar 80 persen El Nino akan terbentuk antara Juni hingga Agustus, dan meningkat menjadi 90 persen pada November mendatang. Guterres menyebut fenomena ini sebagai 'peringatan iklim yang mendesak'. Menurutnya, dampak El Nino tidak hanya akan terasa lebih keras, tetapi juga akan menyebar lebih cepat dan melintasi batas negara dengan kecepatan yang menghancurkan.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari curah hujan tinggi di Amerika Selatan dan Afrika Timur, hingga kekeringan ekstrem di Australia, Amerika Tengah, Indonesia, dan sebagian Asia Selatan.

Peneliti dari Imperial College London dan jaringan World Weather Attribution memperingatkan bahwa tren ini bisa memicu kebakaran hutan yang sangat parah tahun ini. Uni Eropa pun telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan pesawat dalam jumlah besar di wilayah berisiko tinggi seperti Siprus, Yunani, Italia, Prancis, Spanyol, dan Portugal.

Dampak ekonomi juga tak bisa dihindari. CEO Barry Callebaut, salah satu pengolah kakao terbesar dunia, memperingatkan bahwa hasil panen di Ekuador dan Afrika Barat yang menyumbang 60 persen produksi global bisa menurun drastis. Akibatnya, harga pangan, terutama cokelat, berpotensi melonjak. Situasi ini diperparah dengan inflasi global yang sudah tertekan akibat konflik dagang dan geopolitik.

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menambahkan bahwa El Nino juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk dan kutu, serta menurunkan pasokan air bersih dan pangan. 'Komunitas yang sudah kesulitan akan semakin terdesak,' ujarnya. Guterres pun menyerukan percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil sebagai langkah mitigasi jangka panjang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook