Langkah mengejutkan datang dari Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump. Ia dikabarkan berhasil memprakarsai gencatan senjata di wilayah Kherson, Ukraina selatan, yang memungkinkan evakuasi ratusan warga dari kota Oleshky yang diduduki Rusia. Atas inisiatif ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menganugerahkan penghargaan tertinggi bagi perempuan, Order of Princess Olga Kelas 1, kepada Melania.
Puncaknya, Kamis (waktu setempat), Melania dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan delegasi Rusia dan Ukraina di Gedung Putih. Ini menjadi momen langka di mana perwakilan kedua negara yang berperang bertemu atas undangan seorang Ibu Negara. Delegasi tersebut mencakup Dmytro Lubinets (Ombudsman HAM Ukraina), Yana Lantratova (Ombudsman Rusia), Davyd Arakhamia (Anggota Parlemen Ukraina), dan Kirill Dmitriev (pejabat senior Rusia).
Gedung Putih menyebut langkah Melania sebagai 'inisiatif diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Meski begitu, baik pihak Rusia maupun Ukraina belum merinci sejauh mana keterlibatan Melania dalam negosiasi gencatan senjata tersebut. Publik pun menantikan apakah pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan damai yang lebih luas atau hanya sebatas misi kemanusiaan.