Jakarta – Laga antara Senegal melawan Prancis di babak grup Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit. Namun, di balik euforia tersebut, ada kabar duka bagi para pendukung setia Senegal. Rencananya, pertandingan yang mempertemukan dua negara ini untuk pertama kalinya dalam 22 tahun itu akan digelar di Amerika Serikat. Sayangnya, aturan visa yang super ketat dari pemerintah AS justru membuat banyak fans Senegal gigit jari.
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, ribuan penggemar dipastikan tidak bisa menyaksikan langsung aksi tim favoritnya di stadion. Proses pengajuan visa AS dikenal rumit, mahal, dan memakan waktu lama, terutama bagi warga negara berkembang seperti Senegal. Ini bukan cuma soal tiket pesawat atau akomodasi, tapi soal izin masuk yang sulit diraih.
Analisis: Kebijakan visa ini jelas menjadi batu sandungan besar. Selain merugikan sektor pariwisata AS yang kehilangan potensi pendapatan dari wisatawan sepak bola, situasi ini juga mempertanyakan semangat inklusivitas Piala Dunia. Jika tidak ada solusi seperti jalur cepat visa khusus turnamen, gelaran ini berisiko hanya dinikmati oleh suporter dari negara kaya. Ini jadi pengingat bahwa euforia olahraga global seringkali berbenturan dengan realitas birokrasi yang tidak ramah.