Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, melancarkan manuver berani di tengah panasnya putaran kedua pemilihan presiden. Ia menantang rivalnya dari kubu kanan, Senator Flavio Bolsonaro, untuk membuka rekaman bank, pajak, dan telepon secara terbuka. Lula menegaskan dirinya siap membuka semua catatan pribadi dan keluarganya asalkan Bolsonaro melakukan hal serupa.
"Saya ingin rakyat Brasil melihat siapa pencuri dan koruptor sebenarnya di negeri ini," tegas Lula dalam kampanye di negara bagian Maranhao, seperti dikutip Al Jazeera. Tantangan ini muncul saat isu korupsi kembali memanas akibat skandal yang melibatkan bankir ternama, Daniel Vorcaro. Skandal ini menyeret nama Bolsonaro, meski juga turut mencoreng institusi Mahkamah Agung Federal Brasil.
Dampaknya bagi masyarakat, tensi politik menjelang pencoblosan akhir pekan ini diprediksi semakin memanas. Isu korupsi yang awalnya menjadi senjata kubu kanan, kini coba dibalikkan Lula untuk menyerang balik. Selain itu, muncul kekhawatiran baru terkait intervensi asing dan dugaan manipulasi algoritma media sosial Meta yang dianggap membatasi kampanye Lula. Meta sendiri berjanji akan meninjau setiap pembatasan iklan secara adil dalam waktu dua jam.