TRUMP ANCAM IRAN DENGAN ARMADA, TEHERAN: RUDAL TAKKAN DITAWAR! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP ANCAM IRAN DENGAN ARMADA, TEHERAN: RUDAL TAKKAN DITAWAR!

Foto Berita

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas. Iran menyatakan siap berdialog dengan AS, namun menolak mentah-mentah jika pembahasan menyentuh program rudal defensif mereka. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru meningkatkan ancaman dengan mengirim lebih banyak kapal perang ke kawasan Teluk, tak menutup kemungkinan opsi militer.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, saat kunjungan ke Turki, tegas mengatakan bahwa Iran tak masalah dengan negosiasi, asalkan tidak di bawah bayang-bayang ancaman. Ia menekankan, kemampuan rudal dan pertahanan Iran adalah urusan kedaulatan yang tak akan pernah jadi bahan tawar-menawar. Bagi Iran, keamanan rakyatnya adalah prioritas utama dan kemampuan defensif akan terus diperluas demi melindungi negara.

Dari pihak AS, Presiden Trump, yang sebelumnya mengklaim telah mengirim 'armada besar' ke Iran termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, kini mengumumkan pengiriman 'sejumlah kapal lebih banyak' lagi. Ancaman militer tersirat jelas jika Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan nuklir baru. Trump bahkan menyebut ada tenggat waktu, namun hanya Iran yang tahu kapan itu. Hal ini sengaja dibiarkan menggantung, membuat dunia menanti langkah selanjutnya.

Situasi ini bermula sejak Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian nuklir (JCPOA) pada 2018, dan terus menekan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium. Washington menuduh Teheran berusaha mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang berulang kali dibantah Iran. Meski demikian, para pejabat senior Iran berkali-kali menyatakan terbuka untuk negosiasi, asalkan AS mengakhiri ancaman militernya. Mereka juga menegaskan, angkatan bersenjata Iran siap merespons jika diserang.

Di tengah eskalasi ini, sejumlah sekutu regional seperti Turki, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi turut aktif berdiplomasi. Mereka berupaya mencegah konfrontasi militer antara Washington dan Teheran. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan telah menawarkan negaranya sebagai mediator antara kedua belah pihak. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran global akan potensi konflik bersenjata yang dapat mengganggu stabilitas kawasan dan perekonomian dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook