Western Sydney International (WSI), bandara komersial pertama di Sydney yang beroperasi 24 jam, resmi dibuka untuk penerbangan pada Minggu. Bandara ini dibangun untuk melayani wilayah Sydney Barat, namun bagi sebagian warga yang tinggal di sekitarnya, jarak dekat tidak otomatis berarti perjalanan yang lebih cepat.
Pembangunan jalur metro menuju bandara masih menghadapi keterlambatan dan dipastikan belum rampung setidaknya dalam 12 bulan ke depan. Artinya, akses transportasi publik ke bandara senilai US$5 miliar (sekitar Rp78 triliun) ini masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Dalam laporan BBC, sejumlah warga Sydney diminta memperkirakan berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk mencapai WSI. Jawaban mereka menyoroti satu masalah utama: bandara megah ini belum didukung konektivitas yang memadai.
Dampaknya bagi masyarakat cukup signifikan. Tanpa metro yang beroperasi, penumpang harus mengandalkan kendaraan pribadi, taksi, atau bus dengan waktu tempuh yang lebih lama dan biaya lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi mengurangi minat warga menggunakan bandara baru tersebut, terutama mereka yang tinggal di pusat kota Sydney.
Selain itu, keterlambatan metro juga berdampak pada rencana pengembangan kawasan sekitar bandara. Investasi properti dan bisnis di sekitar WSI bisa tertunda hingga akses transportasi memadai tersedia. Pemerintah New South Wales diharapkan segera menuntaskan proyek metro agar bandara ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi warga Sydney Barat dan sekitarnya.