Partai Komunis China (PKC) baru saja menggelar pertemuan politik tahunan yang menghasilkan rekor baru: 33 anggotanya resmi dipecat. Ini menjadi angka pemecatan tertinggi dalam sejarah, dengan 16 di antaranya berasal dari kalangan militer. Pertemuan pleno kelima yang berlangsung tertutup selama empat hari di sebuah hotel di Beijing itu dihadiri hanya 279 anggota Komite Pusat, turun drastis dibanding 315 orang pada pleno sebelumnya. Ini pertama kalinya dalam 14 tahun kepemimpinan Xi Jinping, jumlah peserta pleno anjlok di bawah 300 orang.
Pemecatan massal ini menegaskan bahwa disiplin partai kini menjadi fokus utama, menggeser isu reformasi ekonomi yang biasanya mendominasi agenda. Sejak menjabat pada 2012, Xi memang menjadikan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama pemerintahannya. Namun para pengamat menilai kampanye ini bukan sekadar soal korupsi. Chong Ja Ian dari Carnegie China menyebut langkah ini sebagai upaya memperkuat dan mempertahankan otoritas. Dengan kata lain, kampanye anti-korupsi akan terus berlanjut tergantung seberapa aman posisi Xi, bukan semata-mata karena ada masalah korupsi riil.
Di antara nama-nama yang dipecat terdapat pejabat senior seperti mantan Kepala Partai Xinjiang Ma Xingrui, serta dua jenderal top Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Total anggota yang dikeluarkan selama masa jabatan ketiga Xi kini mencapai 51 orang, melonjak jauh dibanding periode pertama dan kedua. Sementara itu, lembaga pengawas anti-korupsi melaporkan 680 ribu orang di seluruh aparatur partai telah dikenai sanksi disiplin hanya dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Dampaknya bagi masyarakat, fenomena ini memunculkan pertanyaan besar soal stabilitas kepemimpinan dan kesiapan tempur militer China. Pengamat dari Asia Society Policy Institute menyebut pembersihan jajaran atas militer berada di kategori tersendiri karena mengganggu organisasi dan rantai komando. Bagi publik, ketidakpastian di level elite bisa memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan sosial ke depan. Informasi penting lainnya: Komite Pusat yang terbentuk sejak 2022 awalnya beranggotakan lebih dari 370 orang, kini menyusut signifikan. Sinyal kuat bahwa Xi tidak hanya memerangi korupsi, tetapi juga ketidaksetiaan dan apa yang disebutnya sebagai kadre bermuka dua.