Di tengah hiruk-pikuk pidato kenegaraan Presiden AS, Donald Trump, di depan Kongres, pemandangan tak biasa tersaji di luar Gedung Putih. Sekelompok demonstran menarik perhatian publik dengan memilih kostum katak sebagai simbol protes mereka terhadap administrasi Trump.
Pada momen penting 'State of the Union', saat Trump menyampaikan visi dan laporan pemerintahannya kepada rakyat Amerika, para pengunjuk rasa ini menyuarakan ketidakpuasan mendalam. Mereka mengecam kebijakan administrasi Trump, bahkan tak segan menyebutnya sebagai 'rezim fasis'. Aksi ini berlangsung tepat di luar kediaman resmi Presiden Amerika Serikat di Washington D.C.
Pemilihan kostum katak yang mencolok bukan sekadar kebetulan, melainkan taktik untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan sarkastis mereka. Peristiwa ini juga tak lepas dari konteks politik saat itu, di mana pidato State of the Union disampaikan ketika tingkat dukungan terhadap Donald Trump sedang merosot tajam.
Kondisi ini memperlihatkan semakin lebarnya jurang polarisasi politik di Amerika Serikat. Protes unik ini menjadi cerminan dari kebebasan berekspresi yang dijunjung tinggi di negara tersebut, sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat sipil menggunakan berbagai cara, bahkan yang paling tidak biasa sekalipun, untuk menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap penguasa.