Ketegangan di Ethiopia semakin memanas. Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota, Addis Ababa, saat pasukan pemerintah terus merangsek ke jantung wilayah Tigray. Konflik bersenjata ini bukan lagi sekadar pertempuran lokal, melainkan sudah merembet ke wilayah tetangga seperti Afar, dengan tuduhan keterlibatan Eritrea yang semakin kencang.
Pemerintah Ethiopia mengambil langkah drastis dengan memerintahkan 10 diplomat Eritrea angkat kaki dalam waktu 48 jam. Mereka dituduh melakukan tindakan permusuhan yang mengancam keamanan nasional. Sebagai buntut dari ketegangan ini, Ethiopia juga mengumumkan akan menutup kedutaannya di Asmara. Eritrea sendiri membantah keras tuduhan bahwa mereka mendukung aliansi oposisi yang berusaha menggulingkan Perdana Menteri Abiy Ahmed.
Di medan perang, situasinya kian kacau. Aliansi kelompok oposisi yang menamakan diri Ethiopian Peoples' Forces Alliance for Survival mengklaim telah melakukan serangan drone di Addis Ababa. Sementara itu, pasukan pemerintah dikabarkan sudah berada sekitar 40 kilometer dari Mekelle, ibu kota Tigray. Ribuan warga sipil panik dan melarikan diri dari kota tersebut karena takut terjebak dalam baku tembak. Akses listrik dan internet di wilayah itu pun telah terputus total.