Santa Fe, AS – Ketegangan antara pemerintah federal Amerika Serikat dan negara bagian New Mexico memanas terkait kasus mendiang predator seks Jeffrey Epstein. Departemen Kehakiman AS (USDOJ) secara tegas menolak permintaan New Mexico untuk membuka dokumen mentah (unredacted) terkait jaringan kejahatan Epstein.
Dalam pernyataan resminya, USDOJ beralasan bahwa membuka dokumen tersebut akan melanggar hukum federal, perintah pengadilan, dan berisiko membuka identitas korban serta saksi. “Kami tidak bisa melepaskan jutaan dokumen tanpa suntingan,” tulis mereka di media sosial, Rabu (19/3/2025).
Pernyataan ini merupakan respons atas desakan keras Jaksa Agung New Mexico, Raul Torrez. Dalam surat terbuka pekan lalu, Torrez menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump menghalangi penyelidikan negaranya dengan sengaja menahan dokumen kritis. “Setiap hari mereka menahan dokumen ini, kasus untuk para korban di New Mexico semakin sulit dibangun,” tulis Torrez.
Torrez menyoroti bahwa saksi bisa hilang dan memori korban yang sudah traumatis semakin memudar seiring waktu. New Mexico tengah menyelidiki dugaan perdagangan perempuan dan anak di bawah umur ke peternakan Zorro Ranch milik Epstein di selatan Santa Fe, yang beroperasi sejak 1993.
Kasus ini menjadi bumerang bagi Trump. Di satu sisi, ia pernah menandatangani Undang-Undang Transparansi File Epstein pada Februari lalu dan merilis jutaan dokumen. Namun, kritik menilai dokumen yang dirilis sudah banyak disunting, sehingga publik dan penyidik negara bagian tetap buta. Kecurigaan pun muncul bahwa ada pihak-pihak kuat yang dilindungi di balik dokumen tersebut.
Epstein sendiri meninggal di sel tahanan pada 2019 dalam kasus yang dinyatakan sebagai bunuh diri. Meski begitu, kasus ini terus bergulir dan menjadi ujian transparansi bagi pemerintah AS.
Analisis: Penolakan DOJ AS ini memperkuat skeptisisme publik terhadap komitmen transparansi pemerintah Trump. Alih-alih meredakan konspirasi, sikap ini justru memicu spekulasi bahwa jaringan Epstein melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh yang sengaja dilindungi. Bagi New Mexico, ini adalah perlombaan melawan waktu untuk mengumpulkan bukti sebelum semuanya lenyap.