LONDON — Sebuah sejarah baru tercipta di dunia politik Inggris. Sagal Abdi-Wali, seorang perempuan yang lahir sebagai pengungsi Somalia, resmi dilantik sebagai anggota parlemen Inggris. Ia berhasil memenangkan kursi London Holborn and St Pancras, wilayah yang sebelumnya dikuasai mantan Perdana Menteri Keir Starmer.
Kemenangan ini bukan perkara mudah. Abdi-Wali harus bersaing ketat melawan pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, dan keluar sebagai pemenang. Kemenangannya menjadi simbol harapan bagi komunitas imigran dan pengungsi di seluruh Inggris.
Dampak bagi Masyarakat: Terpilihnya Abdi-Wali menunjukkan bahwa keterwakilan etnis minoritas di kursi parlemen semakin terbuka lebar. Bagi warga Indonesia, fenomena ini menjadi cermin bagaimana demokrasi di negara maju memberi ruang bagi kelompok marginal untuk duduk di kursi pengambil keputusan. Ini juga menjadi sinyal bahwa isu imigrasi dan multikulturalisme tetap menjadi agenda panas politik Inggris pasca-Brexit.