RAHASIA BESAR DAMAI AS-IRAN? PAKISTAN TAWARKAN MEJA BUNDAR - Berita Dunia
← Kembali

RAHASIA BESAR DAMAI AS-IRAN? PAKISTAN TAWARKAN MEJA BUNDAR

Foto Berita

Pakistan secara mengejutkan menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Tawaran ini muncul di tengah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa negosiasi sudah berjalan, meski dibantah keras oleh Teheran. Langkah Islamabad ini, yang juga didukung upaya Turki dan dan Mesir, digadang-gadang sebagai jalan keluar dari konflik berkepanjangan yang memicu krisis energi global terparah dalam sejarah modern.

Pemerintah Pakistan, melalui Kementerian Luar Negeri dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, menegaskan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog konstruktif demi stabilitas regional. Meskipun Iran secara tegas membantah adanya negosiasi langsung, laporan dari berbagai media AS dan Israel mengindikasikan bahwa Pakistan, Turki, dan Mesir memang berperan sebagai perantara pesan antara Washington dan Teheran di balik layar. Isyarat pergerakan diplomatik ini semakin kuat dengan serangkaian komunikasi tingkat tinggi. Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, telah berbicara dengan Presiden Trump, disusul oleh panggilan telepon Perdana Menteri Sharif kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, juga menjalin kontak terpisah dengan Menlu Iran dan Turki.

Para analis melihat pergerakan diplomatik ini sebagai langkah awal yang tentatif namun rapuh. Meskipun belum mengarah pada negosiasi substansial, upaya ini dinilai cukup signifikan untuk meredakan sebagian aktivitas militer yang sedang berlangsung. Trump sendiri mengklaim AS dan Iran telah mencapai "poin-poin kesepakatan besar", menandakan adanya langkah de-eskalasi dalam apa yang disebut sebagai perang AS-Israel di Iran.

Namun, Iran memiliki syarat yang jelas dan tegas. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membenarkan adanya pesan permintaan negosiasi dari AS melalui "negara-negara sahabat", namun menegaskan respons Iran sesuai "prinsip negara". Seorang pejabat Iran, seperti dikutip Press TV, memaparkan syarat-syarat Teheran untuk mengakhiri perang: jaminan tidak adanya tindakan militer di masa depan, penutupan seluruh pangkalan militer AS di kawasan Teluk, ganti rugi penuh dari Washington dan Tel Aviv, serta penghentian konflik regional yang melibatkan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran. Kesenjangan antara tuntutan AS dan Iran masih lebar, menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian sejati masih panjang dan berliku. Kegagalan mencapai kesepakatan bisa memperparah krisis energi dan stabilitas kawasan yang sudah bergejolak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook