Tepat empat tahun sudah sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kota Kyiv, yang dulunya bersiap menghadapi gempuran tank, kini menyajikan pemandangan yang berbeda: jalan-jalan utama berjejer bendera-bendera nasional untuk menghormati para prajurit yang gugur dalam pertempuran. Suasana pilu namun penuh ketabahan ini terekam jelas oleh jurnalis Al Jazeera dari lapangan.
Perayaan empat tahun invasi ini bukanlah momen suka cita, melainkan pengingat pahit akan terus berlanjutnya konflik bersenjata yang telah merenggut ribuan nyawa tak bersalah. Setiap bendera yang berkibar di Kyiv adalah simbol duka cita mendalam, cerita tentang pengorbanan heroik, dan tekad baja rakyat Ukraina untuk mempertahankan kedaulatan mereka. Dampaknya bagi masyarakat sangat mendalam; dari jutaan pengungsi yang kehilangan rumah, kerusakan infrastruktur yang parah, hingga trauma psikologis yang membekas. Krisis kemanusiaan terus berlanjut, dengan kebutuhan mendesak akan bantuan medis, pangan, dan tempat tinggal. Di tengah semua itu, dunia menanti kapan perang ini akan usai, sembari terus berupaya mencari jalan damai yang tampaknya masih jauh dari pandangan.