Washington, AS - Misteri soal kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, akhirnya terjawab. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara mengejutkan mengungkap fakta terbaru di hadapan Kongres.
Rubio menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei tidak hanya masih hidup, tetapi juga mulai aktif menjalin komunikasi dan negosiasi. Pernyataan ini mematahkan spekulasi liar yang beredar selama berminggu-minggu setelah ia dikabarkan terluka dalam serangan AS-Israel yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.
Analisis Dampak: Pengakuan ini mengubah peta politik Timur Tengah. Jika Mojtaba benar-benar mengambil alih kendali dan bernegosiasi, ini bisa menjadi titik balik untuk meredakan ketegangan nuklir. Namun, keheningan publik yang berkepanjangan justru menimbulkan kecurigaan: apakah ia benar-benar pemimpin independen, atau hanya boneka Garda Revolusi? Sumber lain menyebut, ketidakhadirannya di publik bisa jadi strategi untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di balik layar tanpa sorotan media.