Los Angeles, AS - Bintang pop dunia Sabrina Carpenter resmi mendapatkan perlindungan pengadilan setelah diteror seorang pria penguntit di kediamannya di Los Angeles. Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh CBS, rekan BBC di AS, penyanyi berusia 27 tahun itu mengaku ketakutan luar biasa setelah William Applegate berulang kali mencoba menerobos masuk rumahnya.
Insiden paling mencekam terjadi pada 23 Mei lalu. Applegate nekat memanjat properti tetangga, berjalan ke pintu depan rumah Carpenter, dan mencoba membukanya. Saat dihadang petugas keamanan, ia berbohong dengan mengaku kenal dekat dengan pelantun lagu Espresso itu dan sudah diundang datang. Polisi akhirnya menangkapnya di tempat.
Tak kapok, kurang dari 24 jam kemudian, ia kembali berkeliaran di luar rumah Carpenter selama berjam-jam. Keesokan harinya, ia datang lagi dan memarkir mobilnya di depan rumah. Carpenter menyebut aksi ini sebagai 'salah satu pelanggaran keamanan dan privasi paling mengerikan' yang pernah ia alami.
Detektif Peter Doomanis dari Kepolisian Los Angeles mengonfirmasi bahwa Applegate menunjukkan 'obsesi irasional yang berbahaya'. Polisi menduga pola pengintaian ini sudah dimulai sejak April lalu dan terus meningkat. 'Perilaku seperti ini adalah pola klasik stalker yang risikonya bisa meningkat drastis,' tegas Doomanis dalam pernyataannya.
Hakim akhirnya mengabulkan permohonan restaining order sementara. Applegate dilarang mendekat dalam radius 100 yard dari Carpenter, rumah, mobil, dan tempat kerjanya. Perlindungan ini juga berlaku untuk dua orang yang tinggal bersama sang bintang, yakni adik perempuannya dan pacar sang adik. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 17 Juni, sehari sebelum Applegate harus menjalani persidangan pidana atas tuduhan trespassing.
Analisis Dampak: Kasus ini kembali menyoroti sisi gelap ketenaran di era digital. Stalking atau penguntitan bukan lagi sekadar gangguan, melainkan ancaman nyata yang bisa berujung pada kekerasan fisik. Fenomena ini marak terjadi pada selebritas wanita, menunjukkan celah keamanan yang harus segera diperbaiki. Bagi publik, ini pengingat penting bahwa privasi adalah hak fundamental yang harus dilindungi, dan pelaku penguntitan harus mendapat hukuman setimpal untuk memberikan efek jera.