Jakarta, Media Online – Panggung final Piala Dunia 2024 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola, Argentina dan Spanyol, dalam laga yang sudah dinanti-nanti. Ini adalah final pertama yang mempertemukan dua negara berbahasa Spanyol sejak turnamen perdana tahun 1930. Lebih spesial lagi, pertandingan ini mempertemukan juara bertahan Piala Dunia dan Copa America (Argentina) melawan juara Eropa saat ini (Spanyol).
Spanyol melaju mulus setelah menghancurkan Prancis 2-0 di semifinal. Kemenangan ini diraih lewat gol penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22 dan gol Pedro Porro di menit ke-58. Lamine Yamal, yang baru berulang tahun ke-19, menjadi bintang dengan memaksa bek kiri Prancis, Lucas Digne, melakukan pelanggaran di kotak penalti. Lini tengah Spanyol yang digalang Dani Olmo, Rodri, dan Fabian Ruiz benar-benar mendominasi, membuat Kylian Mbappe dan kawan-kawan tak berkutik.
Sementara itu, Argentina harus bekerja keras untuk menaklukkan Inggris 2-1. La Albiceleste sempat dibuat kesulitan oleh The Three Lions, namun pertahanan Inggris yang mulai retak di menit-menit akhir dimanfaatkan dengan baik oleh Lionel Messi dkk. Kemenangan ini membuat Argentina tetap menjadi tim yang sulit dikalahkan di turnamen besar.
Analisis: Final ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan pertarungan filosofi sepak bola. Spanyol mengandalkan penguasaan bola (tiki-taka) yang solid, sementara Argentina punya ketajaman dan pengalaman juara. Bagi Indonesia, laga ini bisa jadi tontonan taktik kelas dunia. Yang menarik, wasit asal Amerika Tengah yang memimpin semifinal sempat dikritik pelatih Prancis, Didier Deschamps, yang menilai gaya kepemimpinan wasit berbeda dengan wasit Eropa. Ini jadi pelajaran penting soal adaptasi tim terhadap gaya wasit yang berbeda di turnamen global.