Teheran, Iran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras kepada Israel. Ia menegaskan bahwa jika Israel tetap ngotot menduduki wilayah Lebanon, maka hal itu akan melanggar kesepakatan yang sudah ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi di tengah rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Teheran dan Washington yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat pekan ini. Menurut Araghchi, perang dengan AS sudah berakhir, dan sekarang saatnya semua pihak menghormati komitmen yang telah dibuat.
Analisis dari pengamat geopolitik menyebutkan, peringatan ini bukan sekadar gertak sambal. Iran ingin menunjukkan bahwa mereka masih memiliki pengaruh besar di kawasan, terutama melalui kelompok Hizbullah di Lebanon. Jika Israel benar-benar melanggar MoU, bukan tidak mungkin ketegangan di Timur Tengah akan memanas lagi.
Bagi masyarakat Indonesia, situasi ini penting untuk diikuti karena dampaknya terhadap harga minyak dunia dan stabilitas keamanan global. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah selalu berimbas pada rantai pasok energi dan harga komoditas di dalam negeri.