DEMI OLIMPIADE, ATLET UKRAINA NEKAD LATIHAN DI ZONA PERANG - Berita Dunia
← Kembali

DEMI OLIMPIADE, ATLET UKRAINA NEKAD LATIHAN DI ZONA PERANG

Foto Berita

Di tengah dentuman perang yang masih berkecamuk di Ukraina, harapan untuk meraih kejayaan Olimpiade ternyata tak pernah padam. Ratusan atlet muda di negara itu tetap nekat berlatih keras, menantang bahaya demi mimpi mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga dunia. Kisah ini bukan sekadar tentang olahraga, tapi juga tentang ketangguhan luar biasa yang menginspirasi.

Bayangkan ini: para atlet ski lintas alam muda di Ukraina utara meluncur mulus di hutan yang sempat hangus terbakar, fokus pada teknik mereka. Tiba-tiba, suara sirine yang memekakkan telinga memecah keheningan. Tak ada kepanikan. Mereka dengan sigap melepas ski, mengikuti pelatih ke bunker perlindungan bawah tanah. Ini adalah sesi latihan biasa di fasilitas yang pernah melahirkan peraih medali Olimpiade pertama Ukraina.

Meski asrama atlet hancur dibombardir dan banyak area tak bisa digunakan karena ranjau, sekitar 350 anak dan remaja — beberapa di antaranya atlet ski dan biathlon muda terbaik negara itu — terus berlatih di area terbatas yang dipagari. Drone pengintai kadang berdesing di atas kepala, disusul ledakan saat ditembak jatuh. "Kami sudah sangat beradaptasi, bahkan anak-anak. Kadang kami tidak bereaksi sama sekali," ungkap Mykola Vorchak, pelatih berusia 67 tahun. Ia menambahkan, "Meskipun bertentangan dengan aturan keselamatan, anak-anak ditempa oleh perang. Beradaptasi dengan situasi ini telah mengubah psikologi mereka."

Perang memang memukul telak dunia olahraga Ukraina. Banyak atlet terpaksa mengungsi atau ikut bertempur. Pertandingan sepak bola sering terhenti karena sirine serangan udara. Namun, pangkalan ski olahraga milik pemerintah, "Sports Ski Base of the Olympic Reserve," ini tetap beroperasi untuk ski lintas alam dan biathlon (kombinasi ski dan menembak). Kompleks luas ini berada di pinggir Chernihiv, kota yang berjarak dua jam ke utara Kyiv. Chernihiv adalah saksi bisu jejak kehancuran yang ditinggalkan pasukan Rusia pada upaya mereka merebut ibu kota tahun 2022, dan hingga kini masih sering jadi target serangan udara.

Fasilitas di sana serba sementara, seperti ruang ganti dan kantor pelatih. Para atlet berlatih di jalur bersalju saat musim dingin, dan di lintasan aspal yang penuh bekas ledakan dengan ski roda di waktu lain. Untuk biathlon, mereka menggunakan senapan laser menargetkan sasaran elektronik. Valentyna Tserbe-Nesina, peraih perunggu Olimpiade Musim Dingin Lillehammer 1994 — medali Olimpiade pertama Ukraina sebagai negara merdeka — pernah berlatih di tempat ini. "Kondisi dulu tidak bagus, tapi kami tak punya yang lebih baik. Bagi kami, tempat ini seperti keluarga," kenang Tserbe-Nesina, 56 tahun. Ia terkejut melihat kompleks itu porak-poranda saat mengunjunginya pada tahun 2022.

Kisah dari Chernihiv ini adalah bukti nyata bahwa semangat Olimpiade dan harapan tidak mudah dipadamkan oleh perang. Di tengah ancaman dan kehancuran, para atlet muda Ukraina terus melangkah, membawa obor harapan untuk masa depan yang lebih baik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook