Pergeseran taktik perang menjadi penggunaan drone secara masif ini mengubah lanskap konflik. Wilayah yang dulunya dianggap aman kini bisa menjadi sasaran empuk, menjadikan warga sipil korban utama. Banyak pengamat menilai, eskalasi ini merupakan dampak dari perebutan kendali antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang telah berlangsung sejak April 2023.
PBB sendiri telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan yang parah, termasuk potensi genosida di Darfur, dengan jutaan orang terpaksa mengungsi dan menghadapi ancaman kelaparan ekstrem. Ini bukan lagi sekadar konflik militer, tapi tragedi kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dunia.