PUTUSKAN TAK TEMUI ZELENSKY, PUTIN: PERANG BERHENTI SAAT TUJUAN TERCAPAI - Berita Dunia
← Kembali

PUTUSKAN TAK TEMUI ZELENSKY, PUTIN: PERANG BERHENTI SAAT TUJUAN TERCAPAI

Foto Berita

MOSKOW, RUSIA — Presiden Rusia Vladimir Putin menolak mentah-mentah ajakan bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dalam forum ekonomi di St Petersburg, Jumat (7/6), Putin menegaskan tidak ada gunanya mengadakan pertemuan tatap muka saat ini.

Penolakan ini disampaikan sehari setelah Zelenskyy mengirim surat terbuka yang mendesak Putin untuk 'berani mengambil jalan keluar dari perang'. Namun, Putin justru menilai surat tersebut bernada kasar dan tidak tulus. "Saya pikir itu adalah cara untuk tidak mengadakan pertemuan tatap muka," ujar Putin.

Zelenskyy langsung merespons dengan tajam. Dalam pidato video malam harinya, ia menyatakan bahwa penolakan Putin membuktikan Kremlin tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang. "Sayangnya, pihak Rusia sekali lagi memilih perang. Respons yang lemah," kata Zelenskyy.

Putin menegaskan kembali syarat utamanya: perang hanya akan berhenti jika Rusia mencapai semua tujuannya. "Aksi militer pasti akan berakhir suatu hari. Tidak diragukan lagi, itu akan berakhir begitu kami mencapai tujuan yang telah kami tetapkan," tegasnya.

Jurnalis Al Jazeera, Yulia Shapovalova, melaporkan dari St Petersburg bahwa pernyataan ini menunjukkan Rusia akan terus bertempur di medan perang dan Putin belum berniat mengakhiri perang, setidaknya untuk saat ini.

Di sisi lain, perundingan damai yang sempat difasilitasi Amerika Serikat kini semakin rumit. AS mulai mengalihkan fokus kebijakan luar negerinya ke konflik di Iran. Zelenskyy pun mengakui hal ini, dan menegaskan Ukraina tidak bisa hanya menunggu Washington kembali terlibat.

Analisis: Penolakan ini menegaskan kebuntuan diplomatik yang semakin dalam. Dengan Rusia yang ngotot pada tujuannya dan Ukraina yang menolak kehilangan wilayah, prospek gencatan senjata masih jauh panggang dari api. Situasi ini juga menekan negara-negara Eropa untuk semakin aktif mendorong solusi damai, mengingat AS mulai terpecah perhatiannya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook