HEBOH! SENEGAL PARADE TROFI AFCON DICABUT, MENGAPA TETAP RAYAKAN? - Berita Dunia
← Kembali

HEBOH! SENEGAL PARADE TROFI AFCON DICABUT, MENGAPA TETAP RAYAKAN?

Foto Berita

Para punggawa Tim Nasional Senegal, dipimpin sang kapten Kalidou Koulibaly dan kiper Edouard Mendy, sukses bikin heboh publik sepak bola. Mereka kedapatan memamerkan trofi Piala Afrika (AFCON) di Stade de France, Paris, pada Sabtu lalu. Aksi ini dilakukan jelang laga persahabatan kontra Peru, yang juga jadi ajang pemanasan mereka menuju Piala Dunia. Tapi, ada yang aneh! Ternyata, gelar juara AFCON tersebut sudah dicabut secara kontroversial oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) beberapa minggu sebelumnya.

Bagaimana bisa? Drama panjang ini bermula saat final AFCON Januari lalu. Senegal awalnya berhasil menumbangkan Maroko 1-0. Namun, kemenangan itu berujung polemik setelah Maroko mengajukan protes. Mereka keberatan dengan aksi walk-off para pemain Senegal di tengah pertandingan, tepat setelah penalti Maroko gagal dieksekusi.

Awalnya, CAF menolak banding Maroko. Tapi, setelah melalui proses banding di panel CAF, keputusannya berbalik 180 derajat. CAF mengabulkan banding Maroko, membatalkan kemenangan Senegal, dan justru memberikan kemenangan 3-0 serta gelar juara kepada Maroko! Ini jelas pukulan telak bagi Singa Teranga, julukan timnas Senegal.

Tentu saja, Senegal tidak tinggal diam. Federasi Sepak Bola Senegal menegaskan bakal membawa kasus ini ke meja hijau, baik ke CAF maupun ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang prosesnya bisa memakan waktu hingga setahun. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Senegal bahkan menyerukan penyelidikan internasional independen. Mereka mencium aroma tak sedap dan menduga adanya indikasi korupsi di balik keputusan kontroversial CAF ini.

Meski didera polemik dan pencabutan gelar, antusiasme fans Senegal tak luntur. Puluhan ribu pendukung membanjiri Stade de France. Mereka mengiringi parade trofi dengan tabuhan drum tradisional, menunjukkan dukungan penuh dan kebanggaan nasional yang membara. Bahkan, Walikota Saint-Denis, Bally Bagayoko, ikut bergabung. Ia menyambut hangat diaspora Senegal, menyebut mereka sebagai kebanggaan warga di lingkungan pekerja, serta simbol persatuan Afrika. Ini jelas bukan sekadar pertandingan sepak bola, tapi juga soal harga diri dan keadilan di mata publik, terutama bagi masyarakat Senegal di seluruh dunia yang merasa gelar mereka dirampas oleh keputusan yang dipertanyakan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook