Jakarta - Siklon tropis Arnab yang menghantam pesisir tenggara India, tepatnya di negara bagian Andhra Pradesh, telah menelan korban jiwa. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat yang merusak rumah serta lahan pertanian warga.
Badan Meteorologi India (IMD) mencatat, Siklon Arnab mendarat pada Rabu dini hari dengan kategori 'badai siklonik sangat parah'. Kecepatan angin mencapai 125-135 km/jam, bahkan hembusan angin bisa mencapai 150 km/jam. Curah hujan ekstrem juga tercatat hingga 30 sentimeter di beberapa wilayah Andhra Pradesh dan Odisha.
Meski begitu, kekuatan badai berangsur melemah menjadi 'depresi dalam' pada Rabu sore. Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat telah mengevakuasi sekitar 50.000 warga di Andhra Pradesh dan 48.000 orang lainnya di Odisha ke tempat yang lebih aman.
Analisis Dampak: Bencana ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat pesisir akan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan evakuasi. Kerusakan pada lahan pertanian berpotensi memicu krisis pangan jangka pendek di wilayah tersebut, sementara kerusakan infrastruktur rumah warga menuntut penanganan logistik yang cepat dari pemerintah setempat.