FBI menangkap Abdulrahman Alfozan, seorang insinyur berkebangsaan Arab Saudi, karena diduga menyelundupkan alat perekam suara ke ruang rapat eksekutif OpenAI di San Francisco. Alat seukuran jempol itu ditemukan tertanam di belakang televisi dan terhubung ke port USB pada 30 September 2025. Setelah penemuan tersebut, pihak OpenAI memasang kamera pengawas dan menangkap basah Alfozan sedang memeriksa lokasi persembunyian alat itu pekan lalu.
Pria 35 tahun ini merupakan penduduk tetap AS sejak 2020 dan memiliki latar belakang pendidikan bergengsi di MIT serta UC Berkeley. Sebelum bergabung dengan OpenAI pada Juli 2025, ia sempat bekerja di Meta, Microsoft, dan sebuah perusahaan modal ventura di Riyadh. Penangkapan ini menyoroti kekhawatiran keamanan yang meningkat di industri AI, di mana persaingan teknologi dan talenta global semakin ketat.
OpenAI menyatakan telah memecat Alfozan dan menegaskan tidak ada indikasi kebocoran data pelanggan atau kode sumber. Namun, investigasi mengungkap bahwa ia diduga berencana memasang alat sadap lain di area sensitif kantor. Alfozan menghadapi tuduhan penyadapan ilegal dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara dan denda Rp3,9 miliar. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 19 Oktober mendatang.