TRUMP DESAK UKRAINA SEGERA DAMAI, ADA APA? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP DESAK UKRAINA SEGERA DAMAI, ADA APA?

Foto Berita

Delegasi Ukraina dan Rusia kembali duduk satu meja di Swiss untuk perundingan damai putaran ketiga, mediasi Amerika Serikat. Pertemuan dua hari yang dimulai sejak Selasa ini berlangsung tepat menjelang empat tahun invasi Rusia ke Ukraina, menandai upaya berkelanjutan untuk mencari solusi di tengah konflik berkepanjangan.

Rustem Umerov, Kepala Negosiator Ukraina, menyatakan pihaknya akan bekerja secara konstruktif dan fokus, namun tanpa ekspektasi yang berlebihan. Isu keamanan dan kemanusiaan disebut menjadi agenda utama diskusi. Sementara itu, pihak Kremlin, melalui juru bicaranya Dmitry Peskov, menegaskan kembali tuntutan mereka terkait wilayah, termasuk keinginan Rusia agar Ukraina menyerahkan sisa 20 persen wilayah Donetsk timur yang belum mereka kuasai – sebuah tuntutan yang secara tegas ditolak oleh Kyiv.

Ironisnya, di tengah upaya diplomatik ini, pasukan Rusia justru melancarkan serangan udara besar-besaran di berbagai wilayah Ukraina, hanya beberapa jam sebelum perundingan dimulai. Kota pelabuhan Odesa menjadi salah satu sasaran utama, mengakibatkan kerusakan parah pada jaringan listrik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan, serangan ini membuat puluhan ribu penduduk menderita tanpa pasokan pemanas dan air, menambah daftar panjang penderitaan warga sipil di tengah musim dingin.

Zelenskyy sendiri mendesak sekutunya untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi yang lebih berat dan pasokan senjata yang konsisten, demi mencapai kesepakatan damai yang adil. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, yang mendorong perundingan ini, secara terbuka justru menekan Ukraina. Dari atas Air Force One, Trump mengatakan, 'Ukraina sebaiknya segera datang ke meja (perundingan) dengan cepat.' Komentar ini memunculkan kekhawatiran di Kyiv, dengan Zelenskyy mengeluh bahwa negaranya justru menghadapi tekanan untuk membuat konsesi.

Sikap Trump yang terkesan mendesak Ukraina untuk cepat berdamai, ditambah dengan situasi di lapangan yang diwarnai gempuran Rusia, bisa jadi melemahkan posisi tawar Kyiv di meja negosiasi. Ini berpotensi memaksa Ukraina menerima tuntutan wilayah yang sebenarnya mereka tolak, dan menjadi tantangan besar bagi Zelenskyy dalam menjaga kedaulatan negaranya sekaligus mencari jalan keluar dari konflik ini. Masyarakat sipil menjadi korban langsung dari ketidakpastian politik dan agresi militer yang terus berlangsung.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook