WAPRES AS: ADA KUBU ISRAEL MANIPULASI PUBLIK AMERIKA - Berita Dunia
← Kembali

WAPRES AS: ADA KUBU ISRAEL MANIPULASI PUBLIK AMERIKA

Foto Berita

Washington, DC - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia menuding adanya oknum di dalam pemerintahan Israel yang sengaja memanipulasi opini publik Amerika Serikat. Tujuannya? Untuk memperpanjang konflik dengan Iran.

Pernyataan ini disampaikan Vance dalam wawancara panjang dengan podcaster Joe Rogan yang dirilis pada Rabu (25/6). Vance mengaku memiliki bukti kuat adanya kampanye rahasia dan didanai besar-besaran. Kampanye ini disebutnya bertujuan menggagalkan upaya negosiasi damai antara AS dan Iran.

"Saya yakin ada orang-orang dalam pemerintahan Israel yang membenci kesepakatan itu. Mereka menjalankan kampanye diskret untuk menggagalkan perundingan," tegas Vance. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak semua pejabat Israel seperti itu, dan ia masih mempercayai sebagian dari mereka.

Komentar ini sontak memicu reaksi. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, bukannya membantah. Ia justru mendukung pernyataan Vance. "Presiden pasti setuju bahwa negara asing memang kerap mencoba mempengaruhi opini publik Amerika," ujar Leavitt pada Kamis (26/6).

Ketegangan ini terjadi di tengah upaya pemerintahan Trump yang gencar mencari jalan keluar perang. Di satu sisi, AS melakukan pendekatan diplomatik. Di sisi lain, militer AS kembali melancarkan serangan ke Iran. Bulan lalu, AS dan Iran sepakat menandatangani Nota Kesepahaman (MOU). Namun, gencatan senjata 60 hari yang sempat disepakati kini batal.

Analis menilai pernyataan Vance ini menunjukkan keretakan serius di panggung diplomasi. Ini bukan sekadar kritik biasa, melainkan tuduhan langsung bahwa sekutu dekat AS berusaha mengacaukan kebijakan luar negeri Washington. Situasi semakin rumit karena Dewan Perwakilan Rakyat AS justru menolak pemotongan bantuan miliaran dolar untuk Israel sehari sebelumnya.

Bagi publik Indonesia, ini menjadi pelajaran penting tentang dinamika politik global. Pengaruh asing dalam opini publik bukan isu sepele. Vance menyoroti bahaya ketika pemimpin Amerika sendiri membiarkan pengaruh asing mengaburkan penilaian mereka. "Yang mengganggu saya adalah ketika pemimpin Amerika membiarkan pengaruh itu mempengaruhi keputusan mereka," pungkas Vance.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook