Meksiko City – Hubungan diplomatik Meksiko dan Amerika Serikat memanas setelah Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menuding Washington melakukan 'campur tangan' urusan dalam negeri negerinya. Tudingan ini muncul setelah otoritas AS secara resmi meminta penangkapan dan ekstradisi 10 pejabat Meksiko, baik yang masih aktif maupun mantan, atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba.
Dalam pernyataan resminya, Sheinbaum dengan tegas menolak tekanan dari luar. Ia menilai langkah Departemen Kehakiman AS sebagai bentuk intervensi yang melanggar kedaulatan Meksiko. 'Kami tidak akan membiarkan negara lain menentukan siapa yang bersalah di negeri kami,' tegasnya.
Di sisi lain, analis politik melihat perseteruan ini sebagai ujian besar bagi hubungan bilateral kedua negara. Meksiko selama ini menjadi mitra penting AS dalam perang melawan kartel narkoba, namun kasus ini justru membuka luka lama tentang infiltrasi narkotika ke dalam tubuh birokrasi Meksiko. Informasi dari media lokal menyebutkan, para pejabat yang diburu AS diduga melindungi pergerakan Kartel Sinaloa.
Dampaknya, publik Meksiko kini terbelah. Sebagian mendukung sikap keras Sheinbaum sebagai bentuk patriotisme, namun sebagian lain khawatir konflik ini justru akan melemahkan kerja sama keamanan yang sudah terjalin puluhan tahun. Situasi ini juga berpotensi memicu gejolak politik dalam negeri jika terbukti ada pejabat tinggi yang terlibat.