MIMPI KEMBALI PULANG, NYATANYA JADI BEBAN BARU - Berita Dunia
← Kembali

MIMPI KEMBALI PULANG, NYATANYA JADI BEBAN BARU

Foto Berita

Harare, Zimbabwe - Gelombang kepulangan besar-besaran warga Zimbabwe dari Afrika Selatan berubah menjadi mimpi buruk ekonomi. Mereka terpaksa pulang akibat tekanan kelompok anti-imigran, namun sesampainya di kampung halaman, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit: pengangguran dan minimnya bantuan pemerintah.

Kisah pilu datang dari Samantha Chimbuya (30). Setelah lima tahun membangun hidup di Afrika Selatan sejak 2019, ia memilih angkat kaki karena merasa keselamatannya terancam. "Mereka menggerebek rumah kami, memperingatkan kami untuk pergi. Itu menakutkan," ujarnya. Ia harus membiayai sendiri perjalanan pulangnya ke Zimbabwe utara, sementara suaminya masih bertahan di negeri orang dengan kondisi yang juga sulit.

Data pemerintah mencatat lonjakan drastis arus balik ini. Hingga akhir Juli, sebanyak 116.670 warga Zimbabwe telah kembali dari Afrika Selatan. Ironisnya, mayoritas—sekitar 79.730 orang—pulang dengan biaya sendiri, sementara hanya 36.940 orang yang difasilitasi pemerintah. Angka ini dipicu oleh tenggat waktu sepihak dari aktivis anti-imigran pada 30 Juni lalu, meski pemerintah Afrika Selatan menegaskan tidak ada deportasi massal saat itu.

Dampak sosialnya sangat terasa. Reverend Useni Sibanda dari Zimbabwe Christian Alliance menyoroti bahwa banyak dari mereka pulang tanpa tabungan atau properti karena mengira akan menetap selamanya di perantauan. "Mereka kembali ke negara yang tidak punya pekerjaan, dan sistem dukungan sosial tidak akan cukup menampung mereka," tegasnya.

Pemerintah Zimbabwe mengaku tengah berupaya keras. Menteri Pemerintah Daerah, Daniel Garwe, menyatakan pihaknya sedang melakukan profiling keterampilan para returnee. Beberapa langkah yang disiapkan termasuk mendirikan pusat reintegrasi, merekrut guru dari kalangan returnee, hingga mendorong perusahaan swasta menyerap tenaga kerja terampil. Namun bagi banyak orang seperti Chimbuya, bantuan tersebut belum terasa di kantong mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook