UKRAINA BOM MOSKWA, PUTIN KEWARAHAN MINYAK - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA BOM MOSKWA, PUTIN KEWARAHAN MINYAK

Foto Berita

KYIV, UKRAINA — Serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia kian gencar. Dalam sepekan terakhir, Ukraina dua kali menghantam Kilang Minyak Moskwa, tepatnya pada Selasa dan Kamis. Akibatnya, langit ibu kota Rusia diselimuti asap hitam pekat, dan warga melaporkan fenomena 'hujan minyak' yang mengotori pemukiman.

Dampak dari rentetan serangan ini mulai terasa nyata. Rusia kini menghadapi kelangkaan bahan bakar yang meluas. Laporan dari media independen Rusia, The Bell, menyebutkan bahwa 53 wilayah Rusia dan wilayah Ukraina yang diduduki menerapkan pembatasan BBM. Jaringan SPBU Tatneft di Moskwa dan Saint Petersburg bahkan membatasi pembelian maksimal 20 liter bensin dan 40 liter solar per pelanggan karena alasan teknis. Rosneft, perusahaan minyak negara, juga menerapkan batas 90 liter per transaksi dan melarang penjualan bensin menggunakan jeriken.

Krisis ini diperparah oleh data Badan Energi Internasional (IEA) yang mencatat produksi minyak Rusia pada Mei lalu turun menjadi 8,74 juta barel per hari, lebih rendah 100.000 barel dari target. Sejumlah produsen minyak mengumumkan pemotongan produksi akibat kerusakan infrastruktur dari serangan Ukraina. Sebagai jalan keluar, Rusia disebut mulai mengedarkan bensin setengah matang dengan kadar sulfur tinggi, serta berencana mengimpor produk minyak olahan dari Asia.

Di sisi lain, Ukraina justru menuai angin segar. Pekan lalu, Ukraina mendapat komitmen bantuan militer baru senilai 4 miliar euro (sekitar Rp 72 triliun) dari negara-negara sekutu, termasuk untuk sistem intersepsi rudal balistik, artileri jarak jauh, dan kendaraan nirawak. Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengumumkan kerja sama dengan Jerman untuk mengembangkan rudal pencegat balistik Eropa.

Tak hanya itu, Uni Eropa akhirnya merilis bantuan militer sebesar 6 miliar euro (sekitar Rp 108 triliun) dari Fasilitas Perdamaian Eropa dan memulai negosiasi aksesi Ukraina. Proses yang sempat terhambat oleh Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban ini kini bergulir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak negosiasi dipercepat dan semua klaster pembicaraan dibuka bersamaan.

Analisis: Serangan Ukraina ke kilang minyak Moskwa bukan sekadar aksi militer, melainkan strategi perang ekonomi yang efektif. Dengan menekan pasokan energi Rusia, Ukraina memaksa Moskwa membagi sumber daya untuk pertahanan dalam negeri sekaligus memicu keresahan publik akibat kelangkaan BBM. Ini menjadi pukulan telak bagi citra Presiden Putin yang selama ini berusaha menyembunyikan dampak perang dari rakyatnya. Sementara itu, dukungan militer dan politik dari Barat yang mengalir deras menunjukkan bahwa Ukraina tidak sendirian dan memiliki posisi tawar yang semakin kuat di meja perundingan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook