BINTANG TIMNAS SWISS TERANCAM TAK BISA KE PIALA DUNIA - Berita Dunia
← Kembali

BINTANG TIMNAS SWISS TERANCAM TAK BISA KE PIALA DUNIA

Foto Berita

LOS ANGELES - Mimpi buruk menghampiri Timnas Swiss jelang laga perdana Piala Dunia 2026. Striker andalan mereka, Breel Embolo, terpaksa tertahan di Eropa karena masalah dokumen perjalanan ke Amerika Serikat.

Masalah ini bermula saat otoritas AS meninjau ulang izin perjalanan elektronik atau ESTA milik Embolo. Padahal, izin tersebut sempat disetujui pagi harinya, namun tiba-tiba ditarik untuk pemeriksaan lebih lanjut pada pukul 10.30 waktu setempat. Akibatnya, skuad 'Nati' harus terbang dari Zurich ke Los Angeles tanpa sang penyerang utama.

Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) mengkonfirmasi bahwa mereka sedang bernegosiasi intensif dengan pihak berwenang AS. Harapannya, Embolo bisa menyusul dalam 24 jam ke depan, baik melalui penerbangan malam itu juga atau keesokan harinya.

Analisis Dampak: Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Swiss. Embolo bukan pemain sembarangan; dengan 24 gol dalam 86 caps, ia adalah ujung tombak utama. Kehilangan dia, meski hanya untuk satu pertandingan, bisa mengacaukan strategi lini depan Swiss saat berhadapan dengan Qatar di laga pembuka Grup B.

Yang lebih krusial, akar masalahnya ternyata bukan sekadar error administratif. Swiss media melaporkan bahwa kasus ini terkait vonis pengadilan pada 2023. Embolo terbukti bersalah melakukan ancaman dalam insiden perkelahian di Basel pada 2018. Hukuman denda bersyarat yang dijatuhkan padanya akhirnya berkekuatan hukum tetap setelah ia memutuskan tidak mengajukan banding ke Mahkamah Federal. Catatan kriminal inilah yang kemungkinan besar menjadi 'red flag' dalam sistem imigrasi AS.

Kasus Embolo ini mengingatkan kita pada aturan imigrasi AS yang super ketat. Sistem ESTA memang dirancang untuk menyaring pelaku kejahatan, bahkan untuk pelanggaran ringan sekalipun. Bagi atlet profesional, ini menjadi pelajaran berharga: masa lalu bisa menghantui karir, bahkan di momen paling penting seperti Piala Dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook