Manchester City tengah bersiap menghadapi laga pertamanya di Premier League sejak dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial. Ironisnya, lawan yang mereka hadapi pada Minggu nanti adalah Liverpool, salah satu klub yang paling dirugikan oleh dominasi City selama ini.
Laga di Anfield ini diprediksi akan berlangsung panas. Para penggemar Liverpool dipastikan akan menyambut rombongan City dengan kemarahan besar. Eks pemain Manchester United, Gary Neville, bahkan menyebut laga ini akan menjadi 'hari yang brutal' bagi City, dengan sorakan keras dan spanduk protes yang sudah menanti.
City sendiri masih berusaha membela diri dan mengajukan banding atas putusan lebih dari 100 tuduhan pelanggaran tersebut. Namun, badai protes dari tribun stadion diperkirakan tidak akan surut, bahkan setelah hasil banding keluar. Para pemain dan staf saat ini harus menerima risiko atas perbuatan klub yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018 silam.
Bagi Liverpool, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Mereka merasa dirugikan karena harus menjadi runner-up di musim 2013-14, 2018-19, dan 2021-22 dengan selisih poin yang sangat tipis. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa gelar yang dicabut dari City seharusnya diberikan kepada rival terdekat mereka, meskipun aturan retroaktif ini masih menjadi perdebatan panjang di kalangan pengamat sepak bola.