Serangan udara Rusia kembali mengguncang Kyiv tepat saat Kanselir Jerman Friedrich Merz tiba di ibu kota Ukraina tersebut pada Minggu (22/6). Kedatangan Merz yang tidak diumumkan sebelumnya ini disambut suara sirene dan ledakan, menandakan eskalasi serangan Rusia yang semakin intensif terhadap kota-kota Ukraina.
Dalam kunjungannya, Merz menegaskan komitmen Jerman untuk mendukung Ukraina. "Jika Rusia tidak dihentikan, mesin perangnya cepat atau lambat akan berbalik menyerang kita," ujarnya dalam pernyataan tertulis. Ia didampingi Menteri Ekonomi serta eksekutif dari perusahaan besar Jerman seperti Siemens Energy dan Diehl Defence.
Pertemuan Merz dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berlangsung di National Academy of Sciences, sebuah gedung yang sebelumnya juga menjadi sasaran drone Rusia pada 28 September. Zelenskyy menyampaikan bahwa warga Kyiv tengah melalui "malam dan hari yang mengerikan" akibat serangan yang terus berlanjut.
Pada hari yang sama, Rusia menghantam jembatan penting di Kyiv, yaitu Northern Bridge yang melintasi Sungai Dnipro. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa serangan tersebut merusak jalan dan pasokan air panas di area sekitar. Ini menjadi jembatan kedua yang dihantam di ibu kota Ukraina selama akhir pekan.
Kunjungan Merz juga menghasilkan kesepakatan strategis. Ukraina dan Jerman dijadwalkan menyelesaikan perjanjian kerja sama produksi drone dan senjata lain dengan jangkauan lebih dari 965 km untuk menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia. Jerman akan mengumumkan paket bantuan militer senilai $1,1 miliar, ditambah $394 juta untuk perbaikan sektor energi Ukraina yang rusak.
Langkah ini memperkuat posisi Jerman sebagai salah satu pendukung utama Ukraina. Sebelumnya pada April, kedua negara menandatangani pakta militer senilai lebih dari $4 miliar. Sementara itu, Rusia sebelumnya memperingatkan diplomat dan warga asing untuk meninggalkan Kyiv, dan berjanji akan meningkatkan serangan setelah Zelenskyy menyatakan akan menggandakan target terhadap kilang minyak Rusia.
Analisis Dampak: Kunjungan Merz di tengah gempuran menunjukkan solidaritas Barat yang semakin terbuka, namun juga memicu risiko eskalasi lebih lanjut dari Rusia. Bagi masyarakat Ukraina, bantuan energi dan militer ini krusial untuk bertahan menghadapi musim dingin dan serangan yang tak kunjung henti. Bagi Eropa, keterlibatan Jerman yang lebih dalam dapat memperpanjang konflik, tetapi juga menjadi sinyal bahwa membiarkan Rusia menang akan berdampak langsung pada keamanan kawasan.