Kisah mengharukan datang dari striker timnas Irak, Aymen Hussein. Di balik gol kemenangannya yang membawa Irak lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, tersimpan luka keluarga yang begitu dalam. Saat masih berusia 12 tahun, ayahnya yang seorang tentara dibantai oleh kelompok Al-Qaeda saat hendak membeli bahan bangunan. Beberapa tahun kemudian, kakak laki-lakinya diculik oleh ISIS dan tak pernah terdengar kabarnya lagi. Meski patah hati dan nyaris berhenti bermain demi mencari nafkah, sang ibu memintanya untuk terus mengejar mimpi. Kini, dengan kontrak senilai 1 juta dolar AS, ia menjadi pemain termahal dalam sejarah sepak bola Irak. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik dan tragedi, olahraga bisa menjadi pelarian sekaligus harapan bagi generasi muda di zona perang.