DAVOS – Pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, kali ini terasa beda. Bukan cuma soal ekonomi, tapi juga ketegangan politik global yang bikin geleng-geleng kepala. Fokus utama? Tak lain dan tak bukan adalah manuver Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang belakangan ini kerap bikin geger dunia.
Para pemimpin dunia, termasuk sekutu dekat AS, terang-terangan menunjukkan kegelisahan mereka. Ancaman Trump untuk mengambil alih Greenland, bahkan dengan kekuatan militer, benar-benar bikin Eropa dan negara-negara lain meradang. Mereka menilai kebijakan AS kini cenderung memakai 'kekuatan brutal' untuk mencapai tujuan luar negerinya.
Tak cuma Greenland, insiden penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS pada 3 Januari lalu juga jadi sorotan. Aksi ini memicu gelombang kejut di seluruh dunia dan makin mempertegas kekhawatiran atas pendekatan Trump yang agresif.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, jadi salah satu tokoh yang paling vokal. Di Davos, ia blak-blakan bilang bahwa sistem tatanan global yang selama ini dipimpin AS sedang mengalami 'keretakan', bukan sekadar transisi biasa. Carney memperingatkan bahwa negara-negara 'kekuatan menengah' berisiko terpinggirkan jika tidak bersatu melawan paksaan dari negara-negara adidaya yang agresif.
"Asumsi lama kita bahwa geografi dan keanggotaan aliansi otomatis membawa kemakmuran dan keamanan sudah tidak valid lagi," tegas Carney. "Kita berada di tengah keretakan, bukan transisi. Jika Anda tidak ada di meja, Anda ada di menu."
Carney juga menolak gagasan sistem global yang dibangun di sekitar 'hegemoni Amerika' sebagai fiksi belaka. Ia melihat multilateralisme kian memudar, dengan lembaga-lembaga seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang perannya "sangat berkurang."
Mengenai Greenland, Carney menegaskan Kanada menentang keras ancaman tarif yang dilontarkan Trump jika negara-negara Eropa menolak rencananya. Ia menyerukan agar ada pembicaraan terfokus untuk mencapai tujuan bersama dalam keamanan dan kemakmuran di kawasan Arktik.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pun tak ketinggalan menyuarakan kritik. Dalam pidatonya, Macron mengecam ancaman tarif yang dipakai Trump untuk menekan negara-negara Eropa terkait Greenland. Pejabat tinggi Uni Eropa juga menyebut usulan tarif itu sebagai "kesalahan".
Intinya, para pemimpin di Davos ini sepakat: Dunia sedang tidak baik-baik saja. Mereka menyerukan persatuan dan kerja sama antarnegara untuk menjaga stabilitas global di tengah gejolak yang dipicu oleh kebijakan-kebijakan kontroversial.