Kota Zaporizhzhia di Ukraina yang sebelumnya menjadi tempat berlindung bagi warga yang melarikan diri dari perang kini berubah status menjadi zona berbahaya. Pasukan drone Rusia dilaporkan telah mencapai pinggiran kota, memicu kekhawatiran besar di kalangan penduduk sipil.
Jarak garis depan pertempuran kini hanya tersisa kurang dari 20 kilometer dari pusat kota. Situasi ini memaksa otoritas setempat bergerak cepat melakukan berbagai upaya perlindungan, mulai dari memperkuat pertahanan udara hingga membangun tempat perlindungan darurat bagi warga yang masih bertahan.
Perubahan situasi ini menjadi pukulan psikologis bagi ribuan pengungsi internal yang menganggap Zaporizhzhia sebagai tempat aman terakhir di wilayah timur. Serangan drone yang semakin agresif tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi melumpuhkan infrastruktur vital seperti listrik dan air bersih, yang bisa memicu krisis kemanusiaan baru jika pasokan bantuan terganggu.