Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Afrika Selatan, Letnan Jenderal Shadrack Sibiya, resmi berakhir setelah ia mengajukan surat pengunduran diri. Langkah ini diambil tiga pekan setelah dirinya dijerat serangkaian tuduhan kejahatan seksual yang mengguncang institusi kepolisian setempat.
Pengunduran diri tersebut diserahkan langsung melalui kuasa hukumnya dalam sesi sidang disipliner pada Senin lalu. Sibiya menghadapi tuduhan berat, termasuk dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur berusia 16 tahun, pemerkosaan seorang perempuan 18 tahun, serta tuduhan perdagangan manusia. Meski membantah seluruh tuduhan tersebut, ia mengakui telah berhubungan badan dengan korban berusia 18 tahun, namun bersikeras bahwa hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
Sejak ditangkap tiga minggu lalu, Sibiya mendekam di tahanan setelah permohonan jaminannya ditolak oleh pengadilan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa keluarnya Sibiya dari korps kepolisian dikategorikan sebagai pemberhentian tidak dengan hormat.
Kasus ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian Afrika Selatan yang sedang menjalani penyelidikan besar-besaran terkait dugaan korupsi dan kolusi dengan sindikat kriminal. Dalam penyelidikan yang dikenal sebagai Komisi Madlanga tersebut, Sibiya juga sempat dituduh menerima suap berupa 20 ekor impala dari seorang bos kriminal sebagai imbalan atas kontrak proyek kepolisian, tuduhan yang juga ia bantah keras.
Analisis Dampak: Pengunduran diri ini memperparah krisis kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum di Afrika Selatan. Kasus ini menjadi simbol betapa rentannya institusi kepolisian terhadap infiltrasi kriminal dan perilaku menyimpang pejabat tinggi, yang berdampak langsung pada menurunnya rasa aman warga.