Wellington, Selandia Baru – Kane Williamson, pemukul tersubur dan dianggap sebagai pemain kriket terhebat dalam sejarah Selandia Baru, secara mengejutkan mengumumkan pensiun dari kriket internasional. Keputusan ini diumumkan langsung pada Jumat (28/3/2025), mengakhiri perjalanan kariernya yang gemilang selama 16 tahun.
Pemain berusia 35 tahun itu memutuskan untuk gantung sepatu di tengah seri tes melawan Inggris yang masih berlangsung. Williamson tidak akan lagi memperkuat tim nasional dalam format apa pun, termasuk dalam laga lanjutan seri tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Williamson mengaku sudah memberikan segalanya untuk Selandia Baru. "Saya selalu memiliki dorongan dan hasrat yang kuat untuk kriket internasional. Melanjutkan dengan setengah hati rasanya tidak benar. Saya merasa beruntung bisa pergi dengan cara saya sendiri," ujarnya.
Rekor Fenomenal
Williamson memulai debutnya di format tes melawan India di Ahmedabad pada November 2010. Total, ia memainkan 110 pertandingan tes dan mengumpulkan 9.515 run dengan rata-rata mencengangkan, 54,06. Secara keseluruhan, ia adalah pencetak run terbanyak sepanjang masa bagi Selandia Baru dengan 19.346 run, termasuk 48 abad dan enam abad ganda di semua format.
Warisan sebagai Kapten
Ia memimpin tim Kiwi sebagai kapten di semua format antara 2016 dan 2024. Puncak kariernya terjadi pada 2021 ketika ia membawa Selandia Baru menjuarai Kejuaraan Tes Dunia (World Test Championship) perdana, mengalahkan India di final. Sebagai kapten, ia memenangkan 22 tes dan mencetak 11 abad sebelum mundur dari peran tersebut pada 2022.
Williamson juga pernah dinobatkan sebagai Pemain Kriket Terbaik ICC pada 2015 dan Pemain Tes Terbaik pada 2019, serta memenangkan Medali Sir Richard Hadlee sebanyak empat kali—rekor yang belum terpecahkan.
Dampak dan Analisis
Pensiunnya Williamson menjadi pukulan telak bagi skuad Selandia Baru yang sedang dalam masa transisi. Tanpa figur sentral di ruang ganti, tim harus mencari pengganti yang mampu menyamai konsistensi dan ketenangannya di lapangan. ESPNcricinfo mencatat bahwa kepergian Williamson meninggalkan celah besar di urutan ketiga pemukul, yang selama bertahun-tahun menjadi jangkar skor tim.
Di sisi lain, Williamson sendiri optimistis dengan masa depan tim. "Saya pergi dengan perasaan optimistis. Ada banyak bakat luar biasa dan keinginan besar untuk melakukan sesuatu yang spesial bersama tim Selandia Baru ini," pungkasnya.