TRUMP LUNCURKAN DEWAN DAMAI: KEANGGOTAAN TETAPNYA $1 MILYAR! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP LUNCURKAN DEWAN DAMAI: KEANGGOTAAN TETAPNYA $1 MILYAR!

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan secara resmi pembentukan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) miliknya. Ini adalah sebuah badan baru yang dibentuk khusus untuk menyelesaikan berbagai konflik internasional.

Yang langsung jadi sorotan utama adalah biaya keanggotaan permanennya yang fantastis: $1 miliar atau sekitar Rp16 triliun! Pengumuman ini disampaikan Trump dalam sebuah upacara penandatanganan di Davos, Swiss, pada Kamis (waktu setempat), di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Awalnya, dewan ini digagas untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza setelah perang genosida Israel selama dua tahun. Namun, draf piagam yang beredar menunjukkan bahwa perannya tidak terbatas pada wilayah Palestina saja, melainkan mencakup konflik-konflik global lainnya.

Trump, yang menjabat sebagai ketua dewan, mengklaim bahwa banyak pihak yang antusias ingin menjadi bagian dari inisiatif ini. Beberapa nama besar yang turut serta dalam kepengurusan eksekutif antara lain mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan menantu Trump, Jared Kushner.

Meski puluhan negara dilaporkan telah setuju bergabung, gelombang penolakan juga tak kalah besar. Inggris, lewat Menteri Luar Negerinya Yvette Cooper, menyatakan mundur dari inisiatif ini. Mereka bergabung dengan daftar negara yang menolak seperti Prancis, Norwegia, Swedia, dan Slovenia.

Banyak pihak khawatir "Dewan Perdamaian" ini akan menyaingi atau bahkan merusak peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump sendiri menanggapi kekhawatiran tersebut dalam sambutan pembukanya, menegaskan bahwa inisiatif ini akan "bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk PBB."

Sementara negara-negara lain mempertimbangkan untuk bergabung, sentimen di Gaza justru menunjukkan pesimisme. Reporter Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan bahwa ada perasaan mendalam di kalangan warga Palestina bahwa mereka hanya dibicarakan sebagai "masalah yang harus diatur," bukan sebagai "manusia dengan hak yang harus sepenuhnya dihormati." Mereka merasa pembentukan dewan ini "terlepas dari realitas" yang mereka alami.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook