BEIRUT — Ketegangan di perbatasan selatan Lebanon kembali memanas. Sebuah drone quadcopter milik Israel terekam kamera sedang menjatuhkan bom di pinggiran Desa Zibqin, Lebanon selatan. Aksi ini bukan serangan tunggal, karena sejumlah desa di sekitarnya juga menjadi sasaran pemboman serupa.
Yang membuat situasi kian pelik, serangan ini terjadi meski kedua negara sudah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada Juni lalu. Artinya, apa yang disepakati di meja perundingan seolah tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
Dampak bagi Masyarakat: Warga sipil di desa-desa perbatasan kembali hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Aktivitas harian, mulai dari bertani hingga sekolah anak-anak, terganggu karena ancaman serangan udara bisa datang kapan saja. Situasi ini juga berpotensi memicu gelombang pengungsian baru jika eskalasi terus meningkat.
Konteks Penting: Gencatan senjata Juni silam seharusnya menjadi titik balik meredanya konflik. Namun, serangan drone ini menunjukkan bahwa implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Masyarakat internasional pun dituntut untuk lebih aktif mengawasi dan menekan kedua pihak agar komitmen perdamaian tidak sekadar jadi dokumen di atas kertas.