MOSKOW, RUSIA — Serangan drone besar-besaran dari Ukraina kembali mengguncang Rusia. Kali ini, kilang minyak strategis di ibu kota Moskow menjadi sasaran utama. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pihaknya berhasil menembak jatuh 555 drone Ukraina di berbagai wilayah dalam semalam, dengan hampir 200 di antaranya dicegat saat mendekati Moskow.
Walikota Moskow, Sergey Sobyanin, membenarkan bahwa beberapa drone berhasil mencapai Kilang Minyak Moskow. "Pasukan pertahanan udara terus menahan serangan masif. Beberapa drone berhasil mencapai kilang minyak Moskow," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sebuah pusat perbelanjaan turut mengalami kerusakan ringan.
Ini bukan serangan pertama. Kilang yang sama lumpuh total akibat serangan drone pada Selasa lalu. Menurut laporan Reuters, kerusakan parah pada fasilitas energi Rusia ini memperburuk krisis bahan bakar di negara tersebut. Kilang Moskow memasok sekitar 40 persen bensin dan produk minyak bumi lainnya bagi jutaan penduduk ibu kota.
Bandara Sheremetyevo, tersibuk di Moskow, terpaksa menghentikan sementara semua penerbangan dan mengevakuasi penumpang. Sementara itu, di Ukraina, Kyiv juga kembali dihujani rudal balistik Rusia. Otoritas setempat melaporkan satu orang tewas di kota Sumy akibat serangan drone.
Analisis Dampak: Serangan ini menunjukkan eskalasi perang yang semakin brutal. Ukraina kini mampu menyerang langsung jantung infrastruktur energi Rusia, yang tidak hanya mengganggu pasokan bahan bakar tetapi juga menekan perekonomian Rusia. Di sisi lain, Rusia terus melancarkan serangan balasan ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, yang menyebabkan korban sipil dan kerusakan situs bersejarah. Situasi ini membuat prospek negosiasi damai semakin suram, meskipun Presiden Zelenskyy terus melobi Amerika Serikat dan Eropa untuk mencapai kesepakatan.