KAMPALA â Petahana politik di Uganda kembali memanas. Erias Lukwago, mantan wali kota yang juga pengacara dari tokoh oposisi Kizza Besigye, kini harus berurusan dengan hukum. Ia resmi didakwa dengan tuduhan terkait makar setelah sebelumnya ditangkap di kediamannya.
Lukwago tampak lemah saat menjalani sidang perdana di pengadilan Kampala, Senin (13/1). Ia membantah tuduhan gagal melaporkan tindakan makar dan langsung ditahan hingga sidang lanjutan pekan depan. Yang menarik perhatian, penangkapan ini diakui secara terang-terangan oleh Jenderal Muhoozi Kainerugabaâkepala militer Uganda yang juga putra Presiden Yoweri Museveniâdi media sosial. Ia bahkan memamerkan foto Lukwago yang ditutup matanya di lokasi tak dikenal.
âSaya bangga dengan semua rasa sakit yang akan saya timpakan pada penjahat Lukwago!â tulis Kainerugaba di akun X-nya, yang langsung memicu kecaman luas. Bobi Wine, politisi oposisi yang kini melarikan diri, menuduh penangkapan ini sebagai bentuk pembungkaman karena Lukwago hendak melayangkan panggilan pengadilan terhadap Kainerugaba.
Kasus ini menjadi babak baru dalam konflik berkepanjangan antara rezim Museveni dan lawan politiknya. Kainerugaba sendiri punya catatan panjang soal unggahan kontroversial, termasuk membanggakan penyiksaan terhadap tokoh oposisi. Sementara itu, Besigyeâklien Lukwagoâmasih mendekam di penjara sejak diculik dari Kenya pada akhir 2024 atas tuduhan makar.
Analisis: Langkah ini menunjukkan semakin brutalnya aparat keamanan Uganda dalam membungkam oposisi. Jika pengacara saja bisa ditangkap dengan tuduhan serupa, maka independensi peradilan di Uganda patut dipertanyakan. Ini juga sinyal bahwa proses hukum terhadap Besigye kemungkinan besar sudah diatur dari atas.