BANGLADESH MURKA, MANTAN PM BURON TERIAK DARI INDIA - Berita Dunia
← Kembali

BANGLADESH MURKA, MANTAN PM BURON TERIAK DARI INDIA

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari New Delhi. Sheikh Hasina, mantan Perdana Menteri Bangladesh yang hidup di pengasingan dan divonis mati in absentia di negaranya sendiri, tampil ke publik untuk pertama kalinya sejak digulingkan pada Agustus 2024 lalu. Pidatonya yang disiarkan daring dari Foreign Correspondents’ Club di ibu kota India itu langsung membuat Dhaka geram.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengaku "terkejut dan kaget" melihat India mengizinkan Hasina menyampaikan apa yang mereka sebut sebagai "pidato kebencian". Bagi Dhaka, aksi ini adalah "penghinaan terang-terangan" bagi rakyat dan pemerintah Bangladesh, sekaligus bisa "merusak serius" hubungan bilateral kedua negara.

Hasina, 78 tahun, melarikan diri ke India setelah 15 tahun kekuasaannya berakhir akibat gejolak unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin mahasiswa. Pemerintahan Hasina sendiri diwarnai berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, mulai dari penyerangan, penangkapan, hingga pembunuhan aktivis oposisi dan kritikus. November lalu, pengadilan Dhaka menjatuhkan vonis mati padanya atas tuduhan penghasutan dan kelalaian mencegah kekejaman selama penumpasan unjuk rasa 2024 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Dalam pidatonya yang disiarkan audio itu, Hasina menyerang Muhammad Yunus, kepala pemerintahan sementara Bangladesh saat ini, dengan menyebutnya "fasis pembunuh". Ia juga mengklaim bahwa Bangladesh "tidak akan pernah mengalami pemilu yang bebas dan adil" di bawah kepemimpinan Yunus. Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Bangladesh juga menuduh Hasina secara terbuka menyerukan penggulingan pemerintahan sementara dan menghasut loyalis partainya serta masyarakat umum untuk melakukan "tindakan teror" demi menggagalkan pemilu yang dijadwalkan pada 12 Februari mendatang.

Situasi ini jelas memperkeruh suasana politik di Bangladesh yang sedang bersiap menghadapi pemilu pertamanya pasca-penggulingan Hasina. Partai Awami League yang dipimpin Hasina sendiri sudah dilarang ikut serta dalam pemilu setelah Komisi Pemilihan Umum membekukan pendaftarannya pada Mei lalu. Pidato Hasina dari India ini menjadi bensin dalam api ketegangan politik, berpotensi memicu instabilitas menjelang pesta demokrasi. Di sisi lain, sikap India yang mengabaikan permintaan ekstradisi Hasina semakin menambah runyam permasalahan, menguji hubungan diplomatik antara dua negara bertetangga ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook