SPIONASE RUSIA DI JERMAN MAKIN NGERI - Berita Dunia
← Kembali

SPIONASE RUSIA DI JERMAN MAKIN NGERI

Foto Berita

Seorang warga negara Ukraina ditangkap di Jerman karena diduga menjadi mata-mata untuk Rusia. Penangkapan pria berinisial Vadym Y itu terjadi di Brandenburg, sekitar 85 kilometer sebelah barat Berlin. Jaksa federal Jerman menyebut, tersangka sudah berkomunikasi dengan dinas rahasia Rusia lewat perantara sejak Juli 2025.

Yang bikin miris, Vadym Y mengumpulkan informasi militer sensitif. Mulai dari produksi kendaraan lapis baja, amunisi, bahan peledak, hingga data personel militer dan instalasi pertahanan yang jadi bagian penting pengamanan sayap timur NATO. Informasi ini tentu saja sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengaku tidak kaget dengan kabar ini. Apalagi, Jerman belakangan memang menuding Rusia berada di balik serangan drone yang mereka sebut sebagai bagian dari 'perang bayangan' Moskow. Bahkan, angkatan bersenjata Jerman resmi menaikkan status ancaman sabotase Rusia ke level 'signifikan' untuk pertama kalinya. Level ini merupakan tingkat kedua tertinggi dalam skala ancaman internal mereka.

Kenaikan status ini dipicu penemuan drone jatuh bermuatan bahan peledak tinggi di dekat pangkalan udara Wunstorf, Saxony Hilir, pertengahan September lalu. Drone itu mirip dengan yang dipakai dalam serangan gagal di bandara Leipzig/Halle pada Agustus. Bedanya, jika insiden Leipzig menyasar pesawat kargo sipil, penyidik menduga drone di Wunstorf menargetkan pesawat militer. Pola pengintaian Rusia juga terdeteksi di berbagai titik, termasuk drone di atas situs pertahanan rudal di Saxony-Anhalt dan kamera kamuflase yang merekam stasiun kereta api strategis di Minden.

Kepala dinas rahasia BND, Martin Jaeger, memperingatkan bahwa 'perang bayangan' Rusia terhadap Jerman dan sekutunya semakin meningkat dan berkarakter lebih berbahaya. Ia bahkan menyebut Jerman berisiko terseret konflik kekerasan dengan Rusia. Sementara itu, Moskow membantah semua tuduhan ini dan bersikeras tidak terlibat dalam aksi sabotase atau serangan hibrida terhadap negara-negara Eropa.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook