Jalur Gaza kembali bergejolak. Setidaknya 10 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel. Ironisnya, insiden mematikan ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata, memicu kekhawatiran baru tentang masa depan perdamaian di kawasan tersebut.
Padahal, pengumuman fase kedua gencatan senjata oleh AS ini seharusnya membawa angin segar bagi warga Gaza yang sudah lama menderita akibat konflik berkepanjangan. Namun, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa serangan Israel masih terus berlanjut, menewaskan warga sipil tak bersalah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kesepakatan di atas kertas belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Pihak berwenang dan lembaga kemanusiaan internasional menyerukan agar semua pihak segera menghentikan kekerasan dan mematuhi kesepakatan yang telah dibuat demi keselamatan warga Gaza.