Konflik panas terkait usulan pajak miliarder kembali menyulut perdebatan sengit di California. Di satu sisi, ada desakan kuat untuk menyelamatkan layanan kesehatan vital yang terancam pemotongan anggaran federal, terutama bagi pasien rentan. Namun, di sisi lain, muncul ancaman nyata eksodus para konglomerat yang enggan asetnya dipangkas, memunculkan kekhawatiran serius tentang masa depan ekonomi negara bagian.
Pangkal masalahnya adalah kebijakan pemerintah Amerika Serikat, `One Big Beautiful Bill Act (OBBBA)`, yang berlaku sejak Juli 2025. Aturan ini memangkas anggaran Medicaidāprogram jaminan kesehatan federal, atau yang di California dikenal sebagai Medi-Calāsebesar $100 miliar. Pemotongan ini berdampak langsung pada pasien-pasien rentan, seperti 'S', seorang penyandang Down syndrome. Ia kini diwajibkan mengisi ulang formulir kelayakan setiap enam bulan, sebuah tugas rumit yang berisiko membuat pasien seperti 'S' kehilangan akses ke layanan kesehatan krusial. Karen Sanchez, seorang tenaga kesehatan yang telah melayani 'S' selama satu dekade, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa banyak pasien bisa ātercecerā dari sistem.
Menanggapi krisis ini, serikat pekerja kesehatan `SEIU-UHW` mengusulkan solusi radikal: pajak satu kali sebesar 5% bagi miliarder yang memiliki aset lebih dari $1 miliar di California. Senator Bernie Sanders, politikus terkemuka dari Partai Demokrat, bahkan turut berkampanye untuk mengumpulkan 875.000 tanda tangan. Targetnya agar usulan pajak ini bisa langsung diputuskan oleh warga California melalui referendum di pemilu paruh waktu November mendatang. Jika disetujui, pajak ini akan berlaku surut mulai 1 Januari.
Namun, proposal ini sontak membelah California. Para miliarder, termasuk pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, dikabarkan telah membeli properti di Florida dan memindahkan sebagian perusahaan mereka, diduga sebagai langkah awal menghindari pajak. Asosiasi bisnis seperti `Bay Area Council` dan `California Business Roundtable` memperingatkan bahwa pajak ini bukan hanya serangan terhadap pengusaha sukses, tetapi juga ancaman serius bagi ekosistem ekonomi California secara keseluruhan. Mereka khawatir, alih-alih mendanai kesehatan, pajak ini justru akan memicu eksodus modal besar-besaran, hilangnya investasi, dan berkurangnya lapangan kerja.
Dilema yang dihadapi California ini mencerminkan tarik ulur global antara keadilan sosial dan daya saing ekonomi. Di satu sisi, menjaga akses kesehatan bagi warga paling rentan adalah prioritas moral yang tidak bisa ditawar. Namun, di sisi lain, risiko hilangnya investasi dan pekerjaan jika para konglomerat benar-benar hengkang bisa menimbulkan masalah ekonomi baru yang tak kalah pelik. Keputusan ada di tangan warga California, apakah mereka akan memilih menyelamatkan anggaran kesehatan dengan menanggung risiko ekonomi, atau melindungi daya tarik investasi dengan mengorbankan sebagian layanan vital bagi yang membutuhkan. Pertarungan prinsip ini hasilnya akan menjadi preseden penting bagi negara bagian lain di Amerika Serikat.