Petinju veteran Meksiko, Saul 'Canelo' Alvarez, sukses merebut kembali sabuk juara WBC kelas super menengah setelah mengalahkan petinju Prancis, Christian Mbilli, lewat keputusan angka dalam 12 ronde. Duel yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu itu berlangsung menegangkan di tengah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman.
Ini menjadi comeback impresif bagi Canelo, 36 tahun, setelah sebelumnya tumbang dari Terence Crawford pada September 2025 yang membuatnya kehilangan empat gelar utamanya. Meski sempat kesulitan di awal laga, petinju berjuluk 'Kepala Merah' itu mampu menguasai jalannya pertandingan di paruh kedua. Tiga juri sepakat memberinya kemenangan dengan skor 115-112, 116-111, dan 117-110.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Canelo. Ia mengaku sempat kehilangan kata-kata saat menerima sabuk juara. "Sulit dijelaskan. Rasanya seperti gelar pertama saya, setelah 20 tahun jadi profesional," ujarnya.
Analisis Dampak: Kemenangan ini membuktikan Canelo masih punya taring di usia yang tidak muda lagi, sekaligus menghibur penggemar di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang memanas. Sejumlah event olahraga lain di Arab Saudi sempat dibatalkan akibat serangan drone Houthi, namun promotor memilih melanjutkan pertarungan ini dengan pengamanan ketat. Bagi masyarakat Indonesia, ini menjadi tontonan alternatif akhir pekan yang menunjukkan bahwa olahraga tetap bisa berjalan meski geopolitik sedang tidak stabil.