Washington, DC - Partai Demokrat berhasil merebut kembali kendali Senat Amerika Serikat dalam pemilihan sela 2026. Proyeksi dari Associated Press (AP) menyebutkan bahwa kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Partai Republik yang sebelumnya menguasai kursi mayoritas sejak 2024.
Untuk menguasai 100 kursi Senat, Demokrat setidaknya butuh tambahan empat kursi. Hasilnya, sejumlah kemenangan dramatis pun terjadi di wilayah yang selama ini dianggap 'kandang' Republik. Contohnya di South Carolina, dokter anak Annie Andrews berhasil mengalahkan Darline Graham (adik mendiang Senator Lindsey Graham). Ini adalah kemenangan Demokrat pertama di sana sejak 1998 silam.
Kejutan serupa juga terjadi di Texas. James Talarico, seorang legislator negara bagian, berhasil mengalahkan Jaksa Agung Ken Paxton. Padahal, Texas sudah lama menjadi benteng Republik dan terakhir kali Demokrat menang di tingkat negara bagian adalah pada 1994. Di Kansas, pendeta Adam Hamilton juga menang atas Senator petahana Roger Marshall. Padahal, Demokrat terakhir kali menang di Kansas pada 1932.
Selain itu, Sherrod Brown (Demokrat) menang di Ohio atas Jon Husted, dan Roy Cooper memenangkan North Carolina. Dengan hasil ini, Demokrat setidaknya mengantongi 51 kursi, cukup untuk mengambil alih mayoritas. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi 'trifecta' Republik (Senat, DPR, dan Presiden) yang diraih pada 2024 lalu.
Analisis Dampak: Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa publik AS mulai jenuh dengan kebijakan Trump. Meski pemilihan sela biasanya menguntungkan partai oposisi, namun kemenangan di wilayah konservatif seperti Texas dan Kansas menunjukkan pergeseran preferensi politik yang signifikan. Bagi masyarakat, ini berarti kebijakan legislatif yang lebih seimbang, di mana Demokrat kini memiliki suara untuk memblokir agenda Republik yang kontroversial. Namun, dengan masih ada beberapa kursi yang dihitung, fokus publik akan beralih ke bagaimana koalisi ini bekerja menghadapi pemerintahan Trump di sisa masa jabatannya.