Jakarta - Apple dipastikan akan menaikkan harga produk-produknya dalam waktu dekat. Pengumuman ini langsung disampaikan oleh CEO Apple, Tim Cook, kepada Wall Street Journal. Menurut Cook, kenaikan harga ini tidak bisa dihindari karena biaya produksi, terutama untuk chip memori, sudah melonjak drastis.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi pelanggan dari kenaikan biaya ini. Tapi situasinya sudah tidak bisa ditolerir lagi," ujar Cook. Ia menjelaskan bahwa harga chip memori atau RAM—yang biasanya menjadi komponen termurah—kini harganya naik lebih dari dua kali lipat sejak Oktober 2025.
Penyebab utama lonjakan ini adalah demam kecerdasan buatan (AI) global. Permintaan chip untuk server AI sangat tinggi, membuat pasokan untuk gadget konsumen seperti iPhone dan iPad jadi terbatas. Selain itu, konflik geopolitik juga ikut andil. Perang di Iran mengganggu pasokan helium, gas yang sangat vital dalam proses pembuatan semikonduktor.
Lantas, kapan kenaikan ini berlaku? Cook belum menyebut tanggal pasti atau produk mana yang akan terkena dampak. Namun, spekulasi mengarah pada iPhone 18 yang rencananya rilis September mendatang. Analis dari Omdia, Chiew Le Xuan, memperkirakan harga iPhone 18 bisa lebih mahal hingga 150 dolar AS dibandingkan seri iPhone 17.
"Ini adalah realitas harga baru, bukan lonjakan sementara," tegas Chiew. Ia menambahkan bahwa rata-rata harga jual smartphone global diprediksi naik 20% pada 2026, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Apple bukan satu-satunya yang merasakan tekanan ini. Sony sudah menaikkan harga PS5, Nintendo ikut menaikkan harga Switch 2, dan TSMC (pemasok chip untuk Apple dan Nvidia) juga tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan harga jual chip mereka.