RCB KOSONGKAN 11 KURSI: PENGINGAT TRAGEDI LALU? - Berita Dunia
← Kembali

RCB KOSONGKAN 11 KURSI: PENGINGAT TRAGEDI LALU?

Foto Berita

Suasana haru dan penuh kenangan akan menyelimuti Stadion M Chinnaswamy, Bengaluru, saat Royal Challengers Bengaluru (RCB) memulai musim baru Indian Premier League (IPL) 2026. Tim juara bertahan ini membuat keputusan emosional: menyisakan 11 kursi kosong di tribun, didedikasikan untuk 11 penggemar setia mereka yang tewas dalam tragedi desak-desakan usai kemenangan IPL pertama klub tahun lalu.

Chief Executive Officer (CEO) RCB, Rajesh Menon, menegaskan langkah ini sebagai "tribut kepada para penggemar kami, yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kami." Insiden nahas itu terjadi pada Juni tahun lalu, sehari setelah RCB menaklukkan Punjab Kings dan menggelar parade kemenangan di mana ratusan ribu orang memadati jalanan menyambut pahlawan mereka, termasuk superstar Virat Kohli. Korban tewas yang berusia antara 14 hingga 29 tahun menjadi pengingat pahit akan euforia yang berubah menjadi duka mendalam, dengan lebih dari 50 orang lainnya terluka.

Sebagai bentuk penghormatan lebih lanjut, para pemain RCB, termasuk Virat Kohli, akan mengenakan kaus dengan nomor punggung 11 saat pemanasan dan mengenakan ban lengan hitam selama pertandingan pembuka melawan Sunrisers Hyderabad pada Sabtu ini. Ini adalah gestur yang sarat makna, memastikan memori para korban tidak akan pudar.

Tragedi ini sempat membuat Stadion M Chinnaswamy dicap tidak aman oleh pihak berwenang karena kekurangan struktural dan masalah manajemen kerumunan, bahkan beberapa pertandingan penting sempat dipindahkan. Namun, baru-baru ini, Dewan Kontrol Kriket India (BCCI) kembali mengizinkan stadion tersebut menjadi tuan rumah pertandingan, termasuk laga kandang RCB.

Menanggapi kekhawatiran publik, Rajesh Menon meyakinkan bahwa manajemen kerumunan telah "diperkuat secara signifikan." Pemasangan kamera berteknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian dari sistem keamanan, yang mampu memberikan peringatan real-time dan menghitung jumlah penonton di setiap tribun untuk monitoring dan kontrol yang lebih baik. Ini adalah langkah maju dalam memastikan keamanan, namun pertanyaan tentang akuntabilitas tetap menggantung. Hingga kini, meski beberapa pejabat — termasuk eksekutif senior RCB, perwakilan penyelenggara acara, dan Asosiasi Kriket Negara Bagian Karnataka — sempat diinterogasi polisi, belum ada satu pun yang dihukum terkait insiden memilukan tersebut. Publik tentu berharap upaya perbaikan infrastruktur juga diiringi dengan penuntasan kasus hukum demi keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook