Toronto, Kanada – Mimpi Ghana untuk tampil perkasa di Piala Dunia U-20 2025 harus kandas lebih awal. Gelandang andalan mereka, Thomas Partey, resmi batal memperkuat tim setelah Pengadilan Federal Kanada menolak banding daruratnya pada Selasa (23/9/2025) waktu setempat.
Partey, yang kini bermain di Arsenal, sebelumnya ditolak visa masuk oleh Pemerintah Kanada. Alasannya, imigrasi Kanada menemukan 'cukup bukti' terkait tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual yang membayangi pemain berusia 33 tahun itu di Inggris. Meski Partey membantah semua tuduhan, hukum Kanada tegas: seseorang bisa dinyatakan tidak boleh masuk tanpa perlu menunggu vonis pengadilan asing.
Hakim Roger Lafreniere dalam putusannya menyebut permohonan Partey adalah 'upaya luar biasa' yang meminta pengadilan mengesampingkan aturan imigrasi yang sah. Kuasa hukum Partey, Mackeda Bramwell, sebelumnya sudah menyatakan akan menerima hasil putusan. Kini, skuad Black Stars harus bertanding melawan Panama di Toronto tanpa sang bintang.
Analisis Dampak: Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi Ghana, yang kehilangan pemain paling berpengalaman di lini tengah. Pelatih Carlos Queiroz memilih bungkam soal kontroversi ini dan fokus pada pemain yang ada. Di sisi lain, keputusan Kanada ini menegaskan bahwa isu kekerasan seksual menjadi 'red flag' serius dalam kebijakan imigrasi negara tersebut, bahkan untuk atlet top sekalipun. Bagi publik Ghana di Kanada, kekecewaan bercampur dengan pemahaman terhadap ketatnya hukum setempat.