Tim keamanan Yordania akhirnya menangkap tiga tersangka pelaku penembakan brutal yang menewaskan delapan orang di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak. Penangkapan berlangsung dramatis setelah polisi mengepung tempat persembunyian mereka di sebuah rumah terbengkalai di Desa Al-Jadeeda selama tiga jam.
Dilansir dari Al Jazeera, para tersangka menolak menyerah dan memilih menyerang aparat, memaksa petugas membalas dengan tembakan. Akibatnya, ketiga pelaku mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit, sementara satu di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Tidak ada korban jiwa dari pihak keamanan, dan polisi menyita sejumlah senjata api serta amunisi dari lokasi.
Insiden berdarah ini bermula saat tiga pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pelayat di pemakaman gereja pada Jumat lalu. Selain delapan korban tewas, 40 orang lainnya mengalami luka-luka dan 27 di antaranya masih dirawat inap. Raja Abdullah II menegaskan bahwa para pelaku akan menerima hukuman terberat, sementara pemerintah sedang meninjau ulang prosedur keamanan dan faktor yang membuat generasi muda terpapar paham kekerasan.